Berdirinya Masjid dan Yayasan Al-Hikmah Ciraja Ciporos bermula pada tahun 2014 dari sebuah bangunan langgar sederhana yang difungsikan sebagai pusat ibadah Jumat bersama warga, sebelum akhirnya mengalami renovasi fisik menyeluruh serta pembenahan kelembagaan secara terstruktur pada tahun 2016 di bawah pendampingan Bapak Sukamto. Kehadiran kompleks peribadatan dan sarana pendidikan Islam ini merupakan buah dari kemuliaan hati para tokoh pewakaf tanahnya: Bapak Bahri, seorang penjual tempe mendoan setempat yang menyerahkan tanah investasinya untuk pembangunan masjid utama; Bapak H. Saifudin, seorang pengusaha dermawan yang mewakafkan lahan untuk Madrasah Diniyah (Madin) atas dukungan penuh sang ibu serta guna mewujudkan cita-cita mulia istrinya; serta Bapak Rahmat Aziz Setiawan, seorang mualaf yang berwasiat mewakafkan tanahnya demi menghadirkan gedung Raudhatul Athfal (RA) yang bermanfaat luas bagi masyarakat sekaligus menunaikan impian almarhum ayahnya. Dalam operasional sehari-harinya, sarana ibadah ini dikelola secara gotong royong oleh masyarakat sekitar melalui penugasan jadwal piket kebersihan rutin antarwarga setempat. Hingga kini, integrasi antara fasilitas ibadah, tata kelola berbasis komunitas, dan lembaga pendidikan di bawah naungan Al-Hikmah Ciraja Ciporos terus bergerak aktif mengemban amanah keumatan serta melayani kebutuhan spiritual dan edukasi generasi mendatang secara berkelanjutan.